" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > biaya walimah tidak harus mahal < / h3 > " , " isi " :[ " ustadz ahmad sarwat , lc . , ma yang rahmat allah , " , " mohon izin sampai tanya kait dengan masalah walimah . saya ini sudah usia yang cukup untuk meni , dan sedikit - sedikit juga sudah punya tabung untuk meni . calon istri juga sudah ada , tinggal tentu hari dan tanggal saja sih benar . " , " tetapi justru itu masalah , untuk selenggara walimah , nyata telah hitung - hitung biaya cukup besar , sampai ratus juga . saya sih bukan tidak punya uang banyak itu , cuma kok rasa sayang - sayang kalau uang banyak itu yang saya kumpul tahun - tahun lama , tiba - tiba lenyap hanya dalam hari pesta walimah . " , " apakah saya keliru dan dosa kalau pikir seperti itu , ustadz ? maksud , kenapa uang yang saya tabung itu tidak untuk beli rumah atau biaya hidup telah kami meni nanti ? apakah islam wajib kita selenggara pesta walimah yang megah dan riah ? " , " teman - teman saya malah pada mundur begitu saya ajak diskusi tentang siap biaya walimah . mereka bilahg mending tidak usah nikah saja sekali , dari pada harus biaya pesta macam itu . " , " mohon masuk dan kritik dari ustadz kait hal ini dan belum saya ucap terima kasih . " , " u00a0 " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " mon 9 january 2017 09 : 13  " , "  9 . 336 views  n " , " n " , " n " , " ustadz ahmad sarwat , lc . , ma yang rahmat allah , " , " mohon izin sampai tanya kait dengan masalah walimah . saya ini sudah usia yang cukup untuk meni , dan sedikit - sedikit juga sudah punya tabung untuk meni . calon istri juga sudah ada , tinggal tentu hari dan tanggal saja sih benar . " , " tetapi justru itu masalah , untuk selenggara walimah , nyata telah hitung - hitung biaya cukup besar , sampai ratus juga . saya sih bukan tidak punya uang banyak itu , cuma kok rasa sayang - sayang kalau uang banyak itu yang saya kumpul tahun - tahun lama , tiba - tiba lenyap hanya dalam hari pesta walimah . " , " apakah saya keliru dan dosa kalau pikir seperti itu , ustadz ? maksud , kenapa uang yang saya tabung itu tidak untuk beli rumah atau biaya hidup telah kami meni nanti ? apakah islam wajib kita selenggara pesta walimah yang megah dan riah ? " , " teman - teman saya malah pada mundur begitu saya ajak diskusi tentang siap biaya walimah . mereka bilahg mending tidak usah nikah saja sekali , dari pada harus biaya pesta macam itu . " , " mohon masuk dan kritik dari ustadz kait hal ini dan belum saya ucap terima kasih . " , " u00a0 " , " n " , " masalah yang anda tanya ini memang seringkali tanya kepada saya . dan ini memang masalah budaya dan adat istiadat saja . lain orang lain budaya , lain keluaga lain adat . islam sendiri benar tidak pernah beban nikah dengan harus selenggara walimah yang sifat berat . namun kadang kita lanjur bawa arus budaya dan adat saja . " , " rasa semua orang sudah tahu bahwa pesta walimah itu bukan masuk syarat atau rukun dalam nikah . tidak ada satu pun ayat quran atau hadits nabawi yang sebut bahwa sah buah nikah harus lewat pesta walimah . dan tidak orang pun ulama yang wajib hukum walimah bagai syarat sah akad nikah . " , " dalam akad nikah bahkan cukup saksi oleh minimal 2 orang saksi saja , tidak harus orang kampung ikut jadi saksi . semua ini tunjuk benar lihat dari kacamata syariah , meni itu sangat ringan syarat . maka hukum selenggara walimah cuma sampai kepada batas sunnah saja , tidak ada yang sampai wajib . " , " tetapi kalau lihat lewat budaya dan adat istiadat , maka syariat nikah yang benar sangat mudah dan ringan itu jadi sangat berat , amat berat bahkan . sehingga banyak sekali pemuda yang tidak siap meni . benar bukan tidak siap meni , tetapi tidak siap kalau harus biaya hajat pesta pora yang hambur uang banyak sekali . " , " coba renung , ketika orang - orang tinggal ilmu fiqih dan pakai hukum adat istiadat , jadi apa yang harus tidak perlu jadi . meni jadi masalah besar yang sulit bisa laku kecuali hanya oleh orang harta . orang miskin seperti tidak boleh meni , sebab biaya besar olah jadi salah satu syarat atau rukun nikah . " , " meski makna kata walimah itu pesta makan - makan , tetapi benar tidak identik dengan pesta mahal dengan biaya menu makan langit . makan walimah tidak harus yang mahal - mahal , cukup makan hari - hari saja . toh berkah bukan letak pada menu makan , juga bukan pada jumlah yang banyak . bahkan banyak makan walimah malah bisa jadi bumerang yang mati . perhati sabda nabi saw ikut ini : " , " ( hr . muslim ) " , " hadits ini kalau kita bedah cukup tarik da nada banyak versi jelas . tapi ada orang yang jelas dengan versi yang unik bagai ikut : kata bahwa makan yang paling buruk adalah makan walimah , alas karena yang undang hanya orang kaya dan orang miskin tidak undang . maka makan yang sedia di walimah itu memang hanya makan orang kaya dan tidak sedia makan orang miskin . karena orang miskin tidak undang . " , " terus tanya , makan orang kaya itu kayak apa sih ? dan makan orang miskin itu kayak apa juga ? " , " sayang , yang bersit di benak kita biasa balik . walimah itu identik dengan makan mahal di tempat yang mahal . tidak sedikit kita yang bayang ingin bikin walimah di gedung mewah atau di hotel bintang . otomatis semua jadi mahal , masuk makan . " , " satu orang bisa kena harga tiga empat ratus ribu . kalau yang hadir ribu orang , maka tinggal kali saja , ribu kali 3 ratus ribu sama dengan 3 ratus juga . rp . 300 . 000 x 1 . 000 orang  rp . 300 . 000 . 000 . " , " itu baru masalah makan , belum lagi urus bridal , cetak undang , dan tetek bengek . bisa - bisa biaya walimah bisa lebih dari semilyar . " , " padahal benar syariat islam tidak pernah perintah ada pesta walimah yang hambur - hambur uang besar itu . mungkin kita masuk orang kaya dan sangat mampu , punya tabung banyak , atau punya duit waris dari nenek moyang yang tidak habis makan oleh tujuh turun . " , " tetapi tetap saja biaya - biaya hajat besar itu bukan bagi dari perintah syariat islam . yang begitu umum datang dari adat , biasa , budaya , bahkan benar kalau jujur , latar belakang benar malah cuma dar gengsi dan harga diri . tidak lebih . " , " ada lagi satu alas klasik yang selalu muncul , sehingga timbul biaya yang amat besar dalam pesta walimah . ada macam yakin bahwa meni atau nikah anak itu wajib musti kudu harus undang semua orang yang pernah kenal . " , " bukan hanya keluarga dekat , tetapi keluarga jauh dan keluarga terlalu jauh pun tetap undang . masuk semua teman , mulai dari teman alumni tk , alumni sd , smp , sma , dan kuliah , semua juga undang . " , " apalagi teman kerja , teman organisasi , teman aji , teman kongkow , masuk para jabat mulai dari pak rt , pak rw , lurah , camat , bupati , gubernur , menteri , kalau perlu presiden ri dan presiden negara lain juga undang . ada macam bangga bahwa kalau pesta walimah hadir oleh banyak orang , maka anggap punya gengsi sendiri . " , " apalagi karang bunga bisa deret panjang sampai lima kilometer , maka lubang hidung sang milik hajat akan makin mekar kembang luas , sambil dalam hati kata ,  " lihat nih siapa saya . saya ini orang kenal , saya orang besar , kolega saya banyak sekali .  " , " apakah semua itu perintah dalam syariat islam ? " , " jawab tidak . tidak ada perintah untuk laku hal itu . islam tidak perintah untuk riah pesta kawin dengan cara - cara seperti itu . " , " lalu kenapa banyak orang pada laku ? " , " kalau pun orang - orang laku , semua itu cuma adat istiadat , budaya lokal dan sama sekali bukan perintah agama . atau kadang karena rasa tidak enak , bikin walimah kok sepi - sepi , tidak nanggap wayang atau layar tancap , bilang kayak orang mati . " , " kadang kita sendiri juga ikut andil juga . ada orang nikah anak dan betul kita tidak undang , lalu kita protes ,  " kok nikah anak diam - diam saja tidak undang kita sih . apa kita tidak lagi anggap saudara ?  " . dan masih banyak lagi budaya - budaya lokal yang sangat besar pengaruh . " , " coba perhati nikah rasulullah saw yang bukan hanya sekali . coba kira berapa orang yang hadir di nikah beliau saw ? " , " asal tahu saja , nama juga nabi , pasti beliau orang hormat di tengah shahabat . lantas apakah beliau saw undang semua shahabat untuk hadir dalam walimah ? " , " kalau memang semua undang , maka rumah dan masjid nabawi tidak akan muat tampung tamu undang . sebab turut as - suyuthi , jumlah para shahabat nabi saw itu banyak sekali , tidak sampai 124 ribu orang . kalau pun mau undang , maka lokasi di padang arafah , sekali wukuf saja . " , " tetapi hal macam itu tidak pernah jadi di masa nabi saw . padahal beliau saw meni bukan cuma sekali tetapi kali - kali . beliau saw dan para shahabat tidak pernah laku pesta walimah dengan undang semua ( baca : seluruh ) shahabat cara jor - joran . pesta walimah beliau saw nyata kecil - kecil saja , dar beberapa orang dekat dan selesai . " , " nabi saw pernah selenggara walimah untuk shafiyah dengan makan yang amat sahaja . " , " ( hr . bukhari ) " , " ketika abdurrahman bin auf " , " yang rupa saudagar kaya di madinah meni , beliau saw perintah untuk ada walimah , meski cuma dengan sembelih seeokor kambing . " , " jelas ekor kambing tidak bisa makan oleh 124 ribu orang . mungkin ekor kambing kalau makan oleh bangsa kita , bisa cukup buatsekampung , dengan catat satu orang hanya boleh makan satu tusuk sate . kalau lebih suruh bayar . " , " tetapi kalau yang makan orang arab , biasa porsi makan banyak . tidak aneh kalau satu orang makan satu paha . kalau kambing yang sembelih cuma satu ekor , arti paha cuma ada empat . arti tamu cuma empat orang saja . bayang , buah pesta walimah nikah , tetapi yang undang cuma empat orang saja . " , " aneh ? aneh juga . tetapi apa hukum boleh ? ya boleh sekali . dosa apa tidak ya ? sama sekali tidak dosa . lha wong hukum bikin walimah saja cuma sunnah , masak ngundang cuma 4 orang jadi dosa ? " , " paling - paling yang ribut keluarga , teman dan tetangga . jangan kaget kalau nanti ada saja yang iseng bilang begini ,  " dasar medit , pelit , bakhil , nggak mau rugi , tidak tahu diri dan bagai dan bagai " . " , " ah , tapi itu kan selera orang . kenapa kita mesti kita ikut ? semua itu cuma adat dan budaya saja . " , " islam itu benar mudah , cuma kita saja yang tambah dengan budaya - budaya kita sehingga kadang malah jadi bikin susah . "
